Data Talippuki Disebut Sudah Diinput, Dinsos Mamasa Mengaku Belum Terima Laporan, Nasib Pengobatan ST. Rahma Belum Jelas

ST. Rahma (41) tampak duduk di tengah saat berbincang dengan keluarga di kediamannya di Kelurahan Talipukki, Kabupaten Mamasa. (Ist)

MAMASA – Proses perbaikan data ST. Rahma (41), warga Lingkungan Pepana, Kelurahan Talipukki, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, masih belum menemui kejelasan.

Perbedaan informasi muncul antara pihak kelurahan dan Dinas Sosial Kabupaten Mamasa. Sebelumnya, pihak Kelurahan Talipukki menyebut data Rahma telah diinput oleh operator dan saat ini tinggal menunggu hasil.

Namun, saat dikonfirmasi, pihak Dinas Sosial Kabupaten Mamasa menyatakan belum menerima komunikasi atau laporan resmi terkait pengajuan tersebut.

“Hingga saat ini kami belum menerima komunikasi atau laporan resmi dari pihak kelurahan terkait pengajuan maupun validasi perbaikan data yang dimaksud. Secara prosedur, setiap usulan perubahan harus disampaikan melalui mekanisme yang berlaku agar dapat kami tindak lanjuti di tingkat kabupaten,” ujar pihak Dinas Sosial Mamasa, (2o/4/2026).

Perbedaan keterangan ini menimbulkan ketidakpastian dalam proses validasi data yang berdampak langsung pada akses layanan kesehatan Rahma.

Diketahui, Rahma saat ini tidak dapat melanjutkan pengobatannya setelah status kepesertaan BPJS Kesehatan miliknya tidak aktif. Kondisi ini diduga berkaitan dengan perubahan data dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Hingga kini, pihak keluarga masih berupaya memastikan kejelasan proses perbaikan data. Rahman, pihak keluarga, menyampaikan harapannya agar ada kepastian dari pihak terkait.

“Ini bukan sekadar soal administrasi, ini soal hak dasar warga untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Kalau data di kelurahan sudah diinput tapi dinas bilang belum terima, tentu kami berharap ada kejelasan agar pengobatan bisa kembali dilanjutkan,” ujar Rahman, (25/4/2026).

Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga masih terus berupaya menghubungi dinas terkait guna memastikan perkembangan proses perubahan data. Upaya konfirmasi lanjutan kepada pihak terkait juga masih terus dilakukan. (*)