MAMASA – Di balik keramaian pasar Mambi dan sunyi ladang pertanian Mamasa, ada sosok yang begitu dikenal sekaligus dihormati: Suardi, yang akrab disapa Iche Celebes, lahir pada 6 Juli 1978. Ia menetap di Mambi, Kelurahan Mambi, Kabupaten Mamasa, dan telah menjadi penggerak perubahan yang nyata, khususnya di bidang pendidikan dan kesejahteraan petani.
Perjuangan Pendidikan Sejak Muda
Sejak usia 20 tahun, Iche sudah menapaki jalan yang tidak mudah: memperjuangkan hak-hak masyarakat yang sering terlupakan. Ia melihat pendidikan sebagai kunci perubahan sosial. “Pendidikan bukan sekadar ilmu, tapi alat untuk membebaskan masyarakat dari keterbatasan,” ujarnya.
Ia aktif memfasilitasi mahasiswa dari Mambi untuk mendapatkan beasiswa, baik di tingkat lokal maupun nasional. Lebih dari sekadar administrasi, Iche juga memberikan bimbingan karier, pelatihan kepemimpinan, dan mentoring. Banyak mahasiswa yang menyebutnya sebagai “mentor sejati” karena perhatian dan komitmennya yang tak pernah luntur.
Contohnya, Rina (23), seorang mahasiswa penerima beasiswa dari komunitas Iche, menceritakan: “Kalau bukan karena Pak Iche, saya mungkin tidak bisa kuliah. Beliau tidak hanya membantu beasiswa, tapi juga membimbing saya menghadapi masalah sehari-hari sebagai mahasiswa.” Kisah seperti ini bukan satu-dua, tetapi ratusan mahasiswa telah merasakan dampak langsung dari kerja Iche.
Selain membimbing mahasiswa, Iche rutin mengadakan seminar, pelatihan, dan diskusi bagi pemuda. Tema yang diangkat beragam: dari pendidikan, teknologi, kewirausahaan, hingga kepemimpinan berbasis komunitas. Semua itu bertujuan menumbuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas akademik, tetapi juga sadar akan tanggung jawab sosialnya.

Fokus pada Petani dan Perjuangan Alat Pertanian
Dedikasi Iche tidak berhenti pada pendidikan. Ia juga memperjuangkan hak-hak petani melalui jejaring luas yang dibangunnya sejak lama. Dari ladang jagung hingga kebun sayur, Iche aktif memperjuangkan akses alat pertanian modern bagi petani Mambi.
Melalui jaringannya, ia membantu petani memperoleh peralatan pertanian yang dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja. Alat-alat seperti traktor mini, pompa air, dan alat pengolahan hasil panen berhasil diperoleh melalui dukungan pemerintah, lembaga donor, dan jaringan komunitas yang dibina Iche.
“Petani adalah tulang punggung daerah ini. Kalau mereka sejahtera, masyarakat sejahtera,” tegas Iche. Usahanya tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga meringankan beban kerja petani, sehingga mereka bisa fokus pada kualitas dan pengembangan lahan.
Tokoh Sentral dan Disegani Masyarakat
Pengaruh Iche Celebes di Mambi dan Mamasa tidak diragukan. Ia dikenal sebagai tokoh sentral yang mampu menggerakkan mahasiswa, pemuda, dan petani. Meski memiliki pengaruh besar, ia tetap sederhana, merakyat, dan mudah ditemui. Kehadirannya di tengah masyarakat bukan sekadar simbol, tetapi aksi nyata—membawa solusi dari akar rumput hingga ke kebijakan yang lebih luas.
Ratusan mahasiswa, pemuda, dan petani tergabung dalam komunitas yang ia bina, menjadi bukti nyata pengaruhnya. Komunitas ini berfungsi sebagai wadah kolaborasi, tempat berbagi informasi, pengalaman, dan solusi bersama.
Jejak Perjuangan yang Menginspirasi
Perjalanan Suardi (Iche Celebes) adalah bukti bahwa dedikasi, konsistensi, dan kepedulian dapat menembus batasan geografis dan sosial. Dari akar rumput Mambi, ia telah menyalakan semangat pendidikan, memperjuangkan hak petani, dan membangun jaringan solidaritas yang memperkuat masyarakat.
Dalam setiap langkahnya, Iche bukan sekadar tokoh muda, tetapi simbol harapan bahwa perubahan nyata bisa dimulai dari siapa saja, di mana saja. Sosoknya mengajarkan bahwa kombinasi antara pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan kerja lapangan adalah kunci untuk menciptakan kemajuan yang berkelanjutan.
TIM Sekati.ID




