Mereka berlomba-lomba datang ke Pamoseang dan Indobanua saat butuh suara rakyat. Tapi ketika rakyat benar-benar membutuhkan kehadiran mereka, tak satu pun yang muncul. Ini ironis.
MAMASA — Aktivis asal Pamoseang-Indobanua, Rahmatullah, S.H., melontarkan kritik tajam terhadap sikap para anggota DPRD Kabupaten Mamasa, khususnya dari Daerah Pemilihan (Dapil) III, yang hingga kini belum juga menunjukkan empati terhadap kondisi Bapak Yunus dan Ibu Janaria — pasangan lansia yang bertahun-tahun berjuang melawan sakit tanpa perawatan medis memadai.
Menurut Rahmatullah, keadaan yang dialami keluarga tersebut seharusnya menjadi panggilan nurani bagi para wakil rakyat yang berasal dari daerah yang sama.
“Mereka berlomba-lomba datang ke Pamoseang dan Indobanua saat butuh suara rakyat. Tapi ketika rakyat benar-benar membutuhkan kehadiran mereka, tak satu pun yang muncul. Ini ironis,” ujarnya, Sabtu (7/11).
Rahmatullah menilai, diamnya para wakil rakyat mencerminkan lemahnya empati dan tanggung jawab moral terhadap konstituen.
“Padahal rakyat tidak meminta banyak, cukup datang melihat, memberi semangat. Tapi bahkan untuk itu pun sepertinya terlalu sulit,” katanya.
Ia menyebut, di tengah ketidakhadiran pejabat, justru masyarakat dan mahasiswa dari berbagai kota seperti Parepare, Majene, hingga Mamuju yang bergerak menggalang donasi dan bantuan untuk keluarga tersebut.
“Yang tidak punya jabatan justru lebih cepat bergerak. Ini bukti bahwa kemanusiaan tidak membutuhkan jabatan, hanya hati yang peka,” tegasnya.
Rahmatullah berharap situasi ini menjadi cermin bagi para pejabat di Mamasa agar lebih peka terhadap penderitaan rakyat, terutama mereka yang tinggal di pelosok.
“Rakyat tidak butuh janji besar atau kunjungan di masa kampanye. Mereka hanya ingin diyakinkan bahwa wakil yang mereka pilih benar-benar hadir, bukan hanya saat pemilu,” tutupnya. (*)




