Istri Bupati Mamasa Salurkan Bantuan Langsung untuk Pasangan Lansia Berjuang Melawan Sakit di Desa Pamoseang

Penyerahan bantuan oleh ibu Adel Palulun kepada anak bapak Yunus dan ibu Janaria

MAMASA — Istri Bupati Mamasa, Adel Palulun, menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada keluarga Bapak Yunus (67) dan Ibu Janaria (57), pasangan lansia asal Desa Pamoseang, Kecamatan Mambi, yang selama ini berjuang melawan sakit dengan keterbatasan biaya pengobatan.

Penyerahan bantuan dilakukan di kediaman Kepala Desa Pamoseang, dan disaksikan langsung oleh Kepala Desa Pamoseang serta Kepala Puskesmas Mambi. Bantuan diserahkan secara simbolis kepada IRI, anak dari pasangan tersebut, yang selama ini menjadi pendamping utama orang tuanya.

Dalam keterangannya, Adel Palulun menyampaikan bahwa kehadirannya bersama rombongan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan PKK Kabupaten Mamasa, namun juga lahir dari niat pribadi untuk membantu sesama.

“Kehadiran saya dan rombongan adalah bagian dari kegiatan PKK, namun sesungguhnya ini juga dari hati — untuk menolong sesama yang sedang membutuhkan. Sebenarnya niat kami memang ingin berkunjung langsung ke rumah Bapak Yunus dan Ibu Janaria, hanya karena sesuatu hal belum bisa. Syukurlah, kami masih bisa bertemu keluarga mereka dan turut membantu proses pengobatannya. Walau tak seberapa, semoga bermanfaat untuk keduanya,” ujar Adel dengan haru.

Menurut informasi yang diterima dari koordinator penggalangan dana, Ahmad Faisal, jika tidak ada halangan, Bapak Yunus dan Ibu Janaria akan dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan lebih lanjut.

“Kami sangat mengapresiasi kepedulian yang ditunjukkan oleh Ibu Adel Palulun dan semua pihak yang telah membantu. Dari masyarakat, mahasiswa, hingga pemerintah — semuanya punya peran dalam menjaga nilai kemanusiaan ini,” ujar Faisal.

Gerakan solidaritas untuk membantu pasangan lansia ini sebelumnya telah menggema dari berbagai kota — mulai dari Parepare, Majene, hingga Mamuju — diinisiasi oleh berbagai organisasi mahasiswa dan masyarakat sipil. Dukungan itu terus mengalir, menjadi simbol bahwa kepedulian sosial masih hidup kuat di tengah keterbatasan.

Kehadiran Ibu Adel Palulun dan bantuan yang disalurkan menjadi tanda bahwa empati dari pemerintah daerah mulai menyentuh warga di pelosok. Di tengah segala keterbatasan, langkah kecil ini menjadi harapan besar bagi keluarga Bapak Yunus dan Ibu Janaria, serta bagi masyarakat Pamoseang yang menanti perhatian lebih dari pemerintah.