Mamasa – Di tengah jalan terjal dan sinyal yang nyaris hilang, hak atas kesehatan tetap harus dijaga. Itulah semangat yang diusung Akar Kata bersama BPJS Kesehatan Kabupaten Mamasa dalam kegiatan sosialisasi dan layanan langsung di Desa Pamoseang, Kecamatan Mambi, Jumat (3/10/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari Tapak Semesta Chapter 3, sebuah gerakan pendidikan alternatif yang lahir dari keyakinan bahwa pengetahuan dan pelayanan publik adalah hak setiap warga negara, bahkan mereka yang tinggal di pelosok terpencil Sulawesi Barat.
Awalnya, kegiatan direncanakan di Dusun Sambaho. Namun karena keterbatasan jaringan internet, pelaksanaannya akhirnya dipindahkan ke Dusun Pamoseang. Meski lokasi berubah, semangat warga tidak surut sedikit pun. Sejak pagi, masyarakat dari berbagai dusun berdatangan ke lokasi kegiatan, sebagian besar berjalan kaki menempuh jarak beberapa kilometer di jalan berbatu dan menanjak. Mereka membawa KTP dan Kartu Keluarga untuk memeriksa status kepesertaan serta memperbarui data BPJS yang selama ini sulit diakses karena minimnya layanan publik di wilayah mereka.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Mamasa, didampingi Kepala Puskesmas Kecamatan Mambi, bidan desa, dan perangkat Desa Pamoseang. Petugas membuka layanan pengecekan dan pembaruan data peserta, bekerja sama dengan tenaga kesehatan dan aparat desa setempat.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran BPJS Kabupaten Mamasa. Kehadiran ini bukan sekadar kegiatan administratif, tetapi pengakuan atas hak-hak dasar masyarakat di pelosok. Layanan kesehatan adalah hak paling fundamental bagi setiap warga negara, tanpa memandang di mana mereka tinggal.
Di tengah kondisi jalan yang berat dan akses terbatas, langkah BPJS Mamasa untuk hadir langsung ke Pamoseang adalah wujud keberpihakan pada kemanusiaan dan keadilan sosial,” ujar Ahmad Faisal, Founder Akar Kata.
Salah seorang warga mengungkapkan rasa haru dan syukurnya.
“Biasanya kalau mau urus BPJS, kami harus ke Mamasa. Kadang menunggu lama, belum lagi ongkos dan jalan yang rusak. Tapi hari ini, mereka yang datang ke kami. Rasanya seperti kami tidak dilupakan,” tuturnya pelan, sambil menatap petugas yang tengah memeriksa data peserta di meja sederhana dalam ruang kelas SDN 010 Saluang, tempat sosialisasi dilaksanakan.
Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan yang hangat antara petugas layanan publik dan masyarakat desa yang hidup dalam keterbatasan akses. Di balik sinyal lemah dan jalan rusak, semangat warga Pamoseang menunjukkan bahwa hak atas jaminan kesehatan tetap menjadi harapan yang dijaga, bahkan di pelosok Mamasa yang jauh dari hiruk-pikuk kota.
Gerakan Tapak Semesta merupakan inisiatif pendidikan alternatif yang digagas oleh Akar Kata. Program ini berfokus pada perluasan akses pengetahuan, literasi, dan layanan publik di wilayah-wilayah terpencil Kabupaten Mamasa.
Pada Chapter 3 ini, Akar Kata berkolaborasi dengan berbagai lembaga, di antaranya YBM PLN, Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sulawesi Barat, Jaringan Oposisi Loyal, Pamoseang Institute, Himpunan Pelajar Mahasiswa Mambi Kota Makassar, serta Sekati.id sebagai media partner.
Melalui kolaborasi ini, Akar Kata meneguhkan kembali semangat gotong royong, menghadirkan pendidikan dan pelayanan publik sebagai wujud nyata dari cita-cita kemanusiaan.
Pamoseang menjadi cerminan dari semangat itu: desa sederhana yang menyala oleh harapan, tempat setiap kunjungan menjadi pertemuan kemanusiaan, dan setiap langkah menjadi bukti bahwa perubahan bisa tumbuh dari pinggiran, dari tangan-tangan yang percaya bahwa harapan tak pernah padam, bahkan di ujung jalan terjal sekalipun.




