PLN UP3 Mamuju Hadir di Sambaho: Menyalakan Harapan di Dusun yang Belum Teraliri Listrik

Mamasa – Malam di Dusun Sambaho, Desa Pamoseang, Kabupaten Mamasa, masih dilingkupi gelap. Belum ada arus listrik yang mengalir ke wilayah yang dikelilingi perbukitan itu. Namun pada 2 Oktober 2025, cahaya harapan mulai tampak ketika PLN UP3 Mamuju bersama PLN ULP Mamasa hadir melalui kegiatan Tapak Semesta Chapter 3 yang diinisiasi oleh komunitas Akar Kata, kelompok pegiat pendidikan alternatif di pelosok Sulawesi Barat.

 

Selama ini, Sambaho dikenal sebagai salah satu dusun paling terisolir di Kabupaten Mamasa. Jalan menuju ke sana masih sulit dilalui, sementara malam hari hanya diterangi cahaya redup dari turbin kecil yang sering kali rusak. Anak-anak belajar di bawah sinar pelita, dan warga menambal harapan dengan gotong royong memperbaiki turbin yang tak bertahan lama.

 

“Yang pertama, tentu kami sangat berterima kasih kepada kawan-kawan PLN UP3 Mamuju yang telah membersamai kami dalam agenda ini. Kehadiran mereka adalah harapan dan bentuk keberpihakan kepada anak-anak di Sambaho,” ujar Ahmad Faisal, Founder Akar Kata.

Ia menuturkan, kegiatan ini digelar di Sambaho karena wilayah itu merupakan salah satu yang paling tertinggal di Mamasa. “Sampai hari ini listrik belum masuk ke kampung ini. Dengan kehadiran kawan-kawan PLN, semoga memberi angin segar untuk penerangan,” lanjutnya.

 

Bagi warga, kehadiran PLN bukan sekadar kunjungan, tapi penanda bahwa mereka tidak lagi dilupakan. “Kami sangat berterima kasih kepada pihak PLN yang telah bersedia mengunjungi kami di Sambaho. Kehadiran PLN adalah harapan bagi kami. Semoga ada jalan keluar agar masyarakat bisa juga menikmati listrik dari PLN,” kata Wahyu Ruslan, warga setempat.

Ia mengingat, sejak tahun 2008 masyarakat mengandalkan turbin kecil untuk penerangan. “Sekitar dua bulan lalu kami gotong royong memperbaiki turbin, dana yang terkumpul sekitar empat juta rupiah hasil sumbangan warga. Tapi lampu hanya menyala sekitar seminggu. Kalau turbin rusak, kami kembali menggunakan lampu pelita di malam hari,” kisahnya.

Penyerahan alat tulis secara simbolis oleh pihak PLN kepada siswa sekolah dasar di dusun Sambaho

Dari pihak PLN, kunjungan ke Sambaho menjadi bentuk komitmen dan langkah awal untuk memperkuat pelayanan hingga ke pelosok.

 

“Kami berterima kasih kepada komunitas Akar Kata yang telah mengundang kami. PLN hadir untuk memberikan dukungan, terutama bagi anak-anak di Sambaho agar mereka lebih giat belajar. Ke depan, kami berharap kolaborasi ini terus berjalan seiring dengan peningkatan pelayanan listrik bagi masyarakat di wilayah ini,” ujar Supriadi, Asisten Manager Keuangan dan Umum PLN UP3 Mamuju.

 

Kegiatan Tapak Semesta Chapter 3 menjadi ruang kolaborasi yang menyatukan semangat pendidikan dan pelayanan publik. Di tengah gelapnya malam di pedalaman Mamasa, langkah kecil menuju terang kini mulai nyata , cahaya yang menyala dari harapan, dan dari niat baik untuk berbagi.