Sekati.id,Sumarorong—Sejumlah warga di Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, menyoroti pelayanan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina Sumarorong yang lebih mengutamakan pengisian jeriken dibandingkan melayani antrean kendaraan yang mengular, Senin (29/9/2025).
Salah seorang warga bahkan terlibat adu mulut dengan petugas SPBU karena merasa tidak puas atas pelayanan yang diberikan. Menurutnya, warga yang mengantre dengan kendaraan justru terabaikan, sementara jeriken-jeriken diisi lebih dulu.
Pihak Pertamina Sumarorong menyatakan bahwa pengisian jeriken tersebut didasarkan pada barcode rekomendasi. Namun, saat dikonfirmasi lebih lanjut terkait asal-usul dan dasar hukum rekomendasi tersebut, petugas SPBU tidak dapat memberikan jawaban.
Menanggapi hal ini, salah satu warga, Andi Ridwan, menyayangkan sikap SPBU Pertamina Sumarorong yang dinilai tidak mengikuti aturan.
“Kalau mereka menyebut ada rekomendasi, lalu dari mana rekomendasi itu berasal, dan apa dasar hukumnya?” ujar Andi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pertamina Sumarorong terkait dasar dan prosedur penggunaan barcode rekomendasi tersebut.(Red)




