Layanan Disorot, RSUD Hajja Andi Depu Didesak Berbenah oleh Jaringan Oposisi Loyal

POLEWALI MANDAR — Jaringan Oposisi Loyal menetapkan status “darurat pelayanan rumah sakit” untuk RSUD Hajja Andi Depu, Polewali Mandar. Penetapan ini disuarakan dalam aksi unjuk rasa berjilid yang berpuncak pada Senin, 5 Mei 2025.

Pemicu aksi adalah insiden pemulangan pasien asal Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, yang dianggap sebagai simbol dari buruknya pelayanan rumah sakit. Keluhan serupa terus berdatangan dari berbagai wilayah di Sulawesi Barat, mencakup kualitas layanan, sikap tenaga medis, hingga dugaan diskriminasi terhadap pasien dari luar Polewali Mandar.

“Kami menerima banyak laporan ketidakpuasan, bahkan dugaan diskriminasi pelayanan. Ini bukan hanya soal fasilitas, ini soal keadilan dan kemanusiaan,” kata Raka Revolta, Direktur Eksekutif Jaringan Oposisi Loyal.

Ia menegaskan bahwa RSUD Hajja Andi Depu sebagai rumah sakit rujukan regional harus memberikan pelayanan yang adil dan setara kepada seluruh warga Sulawesi Barat. “Pernyataan humas RSUD bahwa mereka adalah pusat pelayanan publik harus dibuktikan, bukan hanya menjadi slogan,” ujarnya.

Menanggapi kritik tersebut, pihak RSUD Hajja Andi Depu menyampaikan klarifikasi langsung di hadapan massa aksi. “Klarifikasi yang kami berikan sudah sangat terbuka dan jelas. Jika ada pihak yang merasa masih ada yang kurang, kami siap memberikan penjelasan lebih lanjut sesuai dengan prosedur yang berlaku,” ujar perwakilan humas RSUD.

Manajemen RSUD juga menyampaikan bahwa pembenahan terus dilakukan secara menyeluruh. “Kami terus melakukan perbaikan, baik dalam aspek infrastruktur, sumber daya manusia, maupun sistem layanan. Aksi ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus berbenah. Kami tidak menunggu aduan atau tekanan dari demonstrasi, tetapi berfokus pada perbaikan berkelanjutan,” tambahnya.

Meski aksi hari ini merupakan jilid terakhir, Raka Revolta menegaskan bahwa pengawalan terhadap isu-isu kemanusiaan di RSUD Hajja Andi Depu tidak akan berhenti. “Selama masih ada ketimpangan dalam pelayanan kesehatan, kami akan terus bersuara,” tegasnya.

Aksi berlangsung tertib dan damai dengan pengamanan dari aparat. Spanduk, poster, dan orasi mewarnai halaman rumah sakit, sementara publik menanti realisasi dari janji-janji pembenahan yang kini berada di bawah sorotan masyarakat. (*)