SulbarUpdate.com, MAJENE — Calon Anggota Legistlatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) dari Partai Amanat Nasional (PAN) Daerah Pemilihan Kabupaten Majene, Hasriadi, melaksanakan kampanye dengan menggandeng seluruh calon dari Partai PAN.
Kampanye yang dikawal ketat oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panswas) Kecamatan Ulumanda tersebut bertempat di beberapa desa.
Dari pantauan jurnalis laman ini, kampanye pada tanggal dua dan tiga Januari dilaksanakan di Desa Ulumanda dan Desa Popenga.
“Untuk kampanye tanggal dua dan tiga Januari ini kami datang dengan satu tim di Seppong dan Batannato. Ada calon provinsi dan calon dapil 4 di Kabupaten Majene,” jelas Hasriadi, Rabu (03/01/24).
Untuk Caleg Provinsi Sulbar yang ikut, selain Hasriadi juga hadir Hartati. Dan Caleg Daerah Pemilihihan (Dapil) IV (empat) Kabupaten Majene, Syarifuddin dan Novindi Ariadi yang juga anak dari seorang politisi senior Majene, Hasriadi.
Lanjut Hasriadi, alasan pelakasanaan kampanye secara kolektif adalah sebuah strategi dalam langkah politiknya. Ia berpendapat, antara calon lain dalam satu partai harus terbangun kerjasama untuk meraih kursi DPRD.
“Kami hadir bersama-sama ini untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa PAN adalah partai yang solidaritasnya teruji. Kami ini kan ingin meraih kursi, jadi perlu kerjasama yang baik dalam internal partai,” tambah Hasriadi yang juga anggota DPRD Majene empat periode.
Di Batannato, Desa Popenga, Kecamatan Ulumanda, kampanye berjalan dengan baik. Interaksi antara masyarakat setempat cukup baik dengan tim kampanye.
Di selah-selah dialog, banyak harapan yang disampaikan oleh tokoh masyarakat. Diantaranya harapan tentang perbaikan pelayanan tentang masa depan perkebunan dan pertanian.
Hayadi, tokoh masyarakat Desa Popenga dalam harapannya mengungkapkan sekelumit persoalan yang dihadapi masyarakat pada bidang perkebunan.
“Kendala kami adalah masalah lahan perkebunan. Terlalu banyak lahan warga yang masuk dalam wilayah hutan lindung. Harapan kami, semoga ada yang bisa memperjuangkan untuk pembebasan lahan-lahan warga yang sejak nenek moyang sudah digarap dan bahkan sebelum negara ada tetapi sekarang tidak bisa digarap,” ungkap Hayadi.
Menanggapi hal itu, Hasriadi menyatakan siap memperjuangkan apsirasi dari masyarakat mengenai hutan lindung.
“Kami akan berusaha maksimal dalam memperjuangkan lahan-lahan warga yang ternyata masuk kawasan hutan lindung. Tentu ini menjadi masukan bagi kami nantinya,” jawab Hasriadi.
Persoalan hutan lindung memang sangat penting bagi warga di Kecamatan Ulumanda. Sebab mayoritas penduduk mengandalkan pertanian dan perkebunan sebagai penghasilan tetap untuk melanjutkan kehidupan.
“Semoga kita bisa sama-sama berjuang, dan saya harap suara ini tetap disampaikan kepada siapa saja yang berwewenang tentang hutan lindung. Tetap bangun komunikasi, tentunya dengan pemerintah setempat, mulai dari kepala desa sampai ketingkat atas,” tutup Hasriadi dalam statement akhir pidatonya di depan ratusan warga Desa Popenga.
SHALEH MUHAMMAD, C.IJ.




