OPINI | Personal Space untuk Mencegah Bullying

Oleh:
Novita Maulidya Jalal, M.Psi.,Psikolog

(Dosen Fakultas Psikologi UNM, Ketua Asosiasi Psikologi Pendidikan Indonesia Wilayah Sulawesi)

SulbarUpPerundungan atau Bullying merupakan permasalahan yang hingga kini masih marak terjadi. Adanya ketidakseimbangan kekuatan (power) dianggap sebagai suatu kondisi yang mampu memunculkan adanya intimidasi atau perlakuan negative pada korban, baik dalam bentuk kekerasan fisik, verbal, intimidasi social, hingga pada cyberbullying di social media.

Awalnya dianggap sebagai lelucon atau bahkan hal yang lumrah, tanpa mempedulikan adanya dampak buruk yang dapat dialami oleh korban bullying. Oleh karena itu, sangat penting sekali seseorang melakukan pencegahan agar tidak terjadi lagi bullying di berbagai tempat. Pada dasarnya, pencegahan bullying dapat dilakukan baik di rumah, sekolah, di masyarakatpun juga dapat melaksanakannya.

Salah satunya adalah mengajari adanya personal space pada setiap orang. Mencegah bullying dengan menghormati personal space adalah langkah yang penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan menghargai orang lain.

Apa itu Personal Space?

Personal space diartikan sebagai pemberian ruang secara fisik dan emosional yang seseorang butuhkan untuk merasa nyaman dan aman. Seseorang dapat menetapkan jarak untuk orang lain agar ia merasa aman dan nyaman, memiliki privasi yang harus dihormati oleh orang lainnya.

Bagaimana cara membentuk Personal Space?

1. Melakukan Edukasi sejak dini tentang Personal Space

Pendidikan tentang pentingnya personal space harus dimulai sejak dini di sekolah dan di rumah. Anak-anak, remaja, dan semua orang perlu memahami bahwa setiap orang memiliki hak atas ruang pribadi mereka.

2. Pembelajaran Empati

Anak-anak, remaja, dan setiap orang perlu diajarkan ataupun diingatkan kembali arti pentingnya berempati terhadap perasaan orang lain. Setiap orang harus memahami bahwa setiap orang punya hak privasi, sehingga melampaui personal space orang lain dapat menyebabkan rasa tidak nyaman.

4. Komunikasi Terbuka

Setiap orang, sebaiknya sejak dini dibiasakan untuk merasa nyaman berbicara tentang pengalamannya, jika ada orang lain yang melanggar personal space atau ruang privasi mereka.

5. Mengajaran sejak dini tentang Respek

Menanamkan nilai-nilai seperti rasa hormat terhadap orang lain dan batasan pribadi adalah kunci dalam mencegah bullying. Sejak dini anak anak dilatih untuk menghormati personal space fisik yakni dengan menjaga jarak secara fisik, serta menjaga perasan atau emosional orang lain agar tidak terluka.

6. Sanksi dan Konsekuensi

Sekolah dan institusi lainnya sebaiknya membuat aturan yang jelas jika ada siswa yang melanggar personal space temannya. Selain itu, sekolah juga dapat menyediakan layanan konseling atau pendidikan anti-bullying.

8. Melibatkan Orang Tua

Orang tua juga memiliki peran penting dalam mencegah bullying. Mereka harus berbicara dengan anak-anak mereka tentang pentingnya menghormati personal space orang lain dan menciptakan lingkungan di rumah yang mendukung nilai-nilai ini.

9. Memberikan Teladan atau Contoh Menghormati Personal Space

Orang dewasa, baik di sekolah, di rumah, maupun di masyarakat harus memberikan contoh tentang bagaimana menghormati personal space. Misalnya saja, memanggil anak dengan nama yang baik untuk menghargai perasaan anak. Orang dewasa memperlihatkan sikap saling meminta tolong, serta berterima kasih sebagai bentuk pernghormatan kepada orang lain. Orang tua mengetuk pintu atau meminta izin sebelum membuka tas anak, demikian pula anak meminta izin kepada orang tuanya, serta kebiasaan sehari-hari di kehidupan yang menunjukan adanya batasan dan penghormatan atas batasan tersebut.

Mencegah bullying dengan menghormati personal space adalah bagian penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih aman, ramah, dan berempati. Penting untuk mengajarkan anak-anak dan remaja tentang pentingnya menghormati hak dan batasan pribadi orang lain sejak dini. (*)