MAJENE,- Tidak sedikit orang yang menganggap bahwa sekolah di Majene hanya berfokus pada akademik tanpa adanya pendalaman karakter sebagai pelajar berbudaya Mandar.
Lewat Sosialisasi Profil Penguatan Profil Pelajaran Pancasila di Kabupaten Majene, Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga mencoba meberikan pemahaman kepada pelajar dan mahasiswa.
Profil Pelajar Pancasila adalah sejumlah ciri karakter dan kompetensi yang diharapkan untuk diraih oleh peserta didik, yang didasarkan pada nilai-nilai luhur Pancasila.
“Ini merupakan visi misi Presiden RI melalui Kementerian Pendidikan Kebudayan Riset dan Teknologi untuk mengendalikan pembangunan SDM dan meningkatkan mutu pendidikan dan memajukan kebudayaan,” ujar Suardi Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga Kabupaten Majene, Selasa (29/8/23).
Sementara itu, Rahmat Y, mengungkapkan, ada enam ciri yang menjadi dimensi atau kompetensi profil pelajar Pancasila, yaitu (1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia; (2) berkebhinekaan global; (3) bergotong royong; (4) mandiri; (5) bernalar kritis; dan (6) kreatif.
“Dimensi-dimensi tersebut menunjukkan bahwa Profil Pelajar Pancasila tidak hanya fokus pada kemampuan kognitif, tetapi juga sikap dan perilaku sesuai jati diri sebagai bangsa Indonesia sekaligus warga dunia,” jelas Ramhat yang juga sebagai pemerhati pendidikan dan juga guru SMK Bukit Tinggi Majene.
Rahmat Y yang juga Ketua Panitia Sosialisasi, mengharapkan, sosialisasi tersebut dapat menambah pengetahuan bagi peserta yang hadir.

Pelajar Majene diharapkan dapat mempertahankan budaya luhur, lokalitas dan identitasnya, dan tetap berpikiran terbuka dalam berinteraksi dengan budaya lain.
Hal ini akan menumbuhkan rasa saling menghargai dan kemungkinan terbentuknya dengan budaya luhur yang positif dan tidak bertentangan dengan budaya luhur bangsa.
“Elemen dan kunci kebhinekaan global meliputi mengenal dan menghargai budaya, kemampuan komunikasi interkultural dalam berinteraksi dengan sesama, dan refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebhinekaan,” kunci Rahmat Y.
SHALEH MUHAMMAD, C.IJ




