Cegah Stunting, BKKBN Sulbar dan DPPKB Majene Buat Kelas untuk BKB di Desa

ist.

SulbarUpdate.com,MAJENE- Stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia Indonesia, juga ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa. Hal ini dikarenakan anak stunted, bukan hanya terganggu pertumbuhan fisiknya (bertubuh pendek/ kerdil) saja, melainkan juga terganggu perkembangan otaknya, yang mana tentu akan sangat mempengaruhi kemampuan dan prestasi di sekolah, produktivitas dan kreativitas di usia-usia produktif. 

Seringkali masalah-masalah non kesehatan menjadi akar dari masalah stunting, baik itu masalah ekonomi, politik, sosial, budaya, kemiskinan, kurangnya pemberdayaan perempuan, serta masalah degradasi lingkungan.

Pencegahan stunting ini membutuhkan peran semua sektor dan tatanan masyarakat. Untuk itulah di masyarakat dibentuk kelompok Kegiatan Bina Keluarga Balita. Bina Keluarga Balita  (BKB) merupakan kelompok yang diberdayakan oleh masyarakat dan di fasilitasi oleh pemerintah. Peran BKB ini memberikan edukasi kepada orang tua dalam perbaikan Pola Asuh, Pola Makan dan Sanitasi terhadap anggota keluarga. Hal ini tentu saja sangat mempengaruhi status Gizi balita, termasuk pencegahan Stunting.

Sekaitan dengan hal tersebut di atasa, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional  (BKKBN) perwakilan Sulawesi Barat (Sulbar) melaksanakan kegiatan Kelas Pengasuhan Untuk Percepatan Penurunan Stunting Tinkat Desa di Kelompok BKB bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Majene. 

Kegiatan dilaksanakan di Majene dihadiri Kepala BKKBN Sulbar, Nuryamin, dan Kepala Dinas DPPKB Kabupaten Majene, Hasnawati, Sabtu (20/05/23).

“Kegiatan ini untuk memberikan edukasi tentang pola makan, Pula Asuh dan Sanitasi,” singkat Hasnawati kepada Jurnalis laman ini.

Lanjut Hasnawati, Masalah stunting dipengaruhi oleh rendahnya akses terhadap makanan dari segi jumlah dan kualitas gizi, serta seringkali tidak beragam. 

“Istilah “Isi Piringku” dengan gizi seimbang perlu diperkenalkan dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. Bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan, memperbanyak sumber protein sangat dianjurkan, di samping tetap membiasakan mengonsumsi buah dan sayur,” terang Hasnawati.

Sementara itu Nuryamin menambahakan, bahwa kelas pengasuhan di tingkat desa sangat efektif untuk sarana edukasi kepada masyarakat. Maka dari itu BKKBN Sulbar gencar melaksanakan program tersebut mengingat tingginya Stunting di Sulawesi Barat.

“Kita bekerja keras untuk pencegahan stunting, bukan hanya kegiatan ini tetapi masih banyak yang lain, seperti Dapur Sehat yang di programkan DPPKB Majene,” kuncinya.