Pangkep-Pulau masalima merupakan salah satu pulau yang berada di kabupaten Pangkajene dan kepulauan, tepatnya dikecamatan liukang kalmas yang berada di pulau kalukuang yang jaraknya sekitar 208 km di barat daya Kota Pangkajene.
Pulau tersebut termasuk salah satu pulau yang dimana jaringan selulernya sangat terbatas sehingga membuat para warga terutama bagi pelajar sangat kesulitan untuk mengakses internet.
Salah satu pelajara yang berasal dari pulau masalima, Abd. Gani Arifandi mengatakan bahwa ketika ingin melakukan komunikasi melalui daring Mereka hanya dapat menggunakan jaringan WiFi dengan pemakaian yang sangat terbatas.
” Ya tentunya warga yang ada dipulau masalima itu sangat terbatas dengan jangkauan komunukasi untuk mendapatkan informasi.karena apa ya karna itu tadi mereka hanya dapat menggunakan jaringan mini/wifi itu pun pemakainya sangat terbatas dalam artian terkadang jaringanya kurang bagus atau lalot, biasa jaringanya tidak berfungsi 1-3 hari karena rusak, dan juga ketika warga disana ingin menggunakan wifi tersebut dia tidak semau- maunya memakai jaringan itu karna kita harus membeli voucer dulu agar dapat menggunakan jaringan tersebut,namun voucer itu hanya bisa digunakan 1- 3 hari sja”, saat diwawancarai Kamis (6 Januari 2022).
Lebih lanjut iya juga mengatakan bahwa untuk memanfaatkan jaringan selular yang ada mereka dapat menggunakannya untuk kepentingan bisnis terutama untuk keperluan belajar mengajar.
“Dalam memanfaatkan jaringan yang ada itu dapat menggunakan untuk kepentingan bisnis bagi para pebisnis, Dapat memanfaatkannya untuk keperluan belajar mengajar bagi para pelajar, lebih memudahkan akses internet untuk mendapatkan informasi dan berkomunikasi dari orang luar, dan juga kalau di pulo itu bisa menbah penghasilan warga disana jika mereka bisa menggunakanya dengan baik”,
Berangkat dari itu , Abd. Gani Arifandi juga mengungkapkan bahwa proses belajar mengajar selama pandemi ini pemerintah setempat membatasi hal tersebut dengan meliburkan sekolah-sekolah di pulau masalima itu karena terbatasnya jaringan.
” Tentunya juga dibatasi ya oleh pemerintah setempat tetap dibatasi dalam hal ini itu di liburkan total dari TK,SD,SMP-SMA tdk ada yang namanya sekolah daring atau (online) Apalagi tatap muka (offline) salama pandemi tapi kalau sekrang ya alhamdulillah proses belajar mengajarnya disana sudah optimal”,ujarnya.
Ia juga mengungkapkan harapan kedepannya untuk pulau masalima terkhusus bagi para pelajar.
“Saya sebagai pelajar tentu sangat besar harapan saya dengan adanya jaringan seluler dipulau saya, karena itu akan lebih membuka ruang pembelajaran kami untuk bisa mengakses internet dalam proses belajar mengajar apa lagi dengan keadaan yang seperti sekarang ini. yang kedua harapan saya terhadap pemerintah itu agar lebih memperhatikan para pelajar dari pulau terutama dalam memfasilitasi jaringan”, tutupnya.
*Citizen reporter: Rasmita Mahasiswa UINAM*




