Semangat Kartini Digaungkan, DPW Tani Merdeka Indonesia Sulbar Dorong Peran Perempuan dalam Ketahanan Pangan

SULBAR—Peringatan Hari Kartini menjadi momentum penting untuk kembali meneguhkan peran perempuan dalam pembangunan bangsa. Hal ini disampaikan oleh Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sulawesi Barat, H. Suwanto, yang menilai bahwa semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini tetap relevan hingga saat ini, terutama dalam sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.

Dalam pernyataannya, H. Suwanto menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh perempuan Indonesia yang telah berkontribusi nyata di berbagai bidang.

“Selamat Hari Kartini untuk seluruh perempuan Indonesia. Semangat Kartini adalah semangat keberanian untuk maju dan berkontribusi. Di sektor pertanian, perempuan memiliki peran besar sebagai penggerak ekonomi keluarga sekaligus penjaga ketahanan pangan,” ujar H. Suwanto, Selasa (21/04/26).

Ia menekankan bahwa perempuan, khususnya di pedesaan, tidak hanya berperan sebagai pendamping, tetapi juga sebagai aktor utama dalam proses produksi, distribusi, hingga inovasi pertanian.

“Perempuan Indonesia hari ini adalah Kartini masa kini. Mereka tangguh, mandiri, dan mampu beradaptasi dengan tantangan zaman. Oleh karena itu, sudah seharusnya mereka mendapatkan dukungan penuh, baik dari pemerintah maupun masyarakat,” lanjutnya.

Lebih jauh, H. Suwanto menyampaikan harapan besar bagi masa depan bangsa Indonesia melalui penguatan peran perempuan.

“Kami berharap ke depan semakin banyak perempuan yang terlibat aktif dalam pembangunan, khususnya dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional. Dengan kolaborasi yang kuat antara laki-laki dan perempuan, Indonesia akan menjadi bangsa yang lebih mandiri, adil, dan sejahtera,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa sektor pertanian membutuhkan sentuhan dan kepemimpinan perempuan untuk menghadapi tantangan global ke depan.

“Kita membutuhkan lebih banyak Kartini masa kini yang tidak hanya berani bermimpi, tetapi juga mampu mewujudkan perubahan nyata. Perempuan adalah kunci dalam menciptakan masa depan Indonesia yang berdaulat di bidang pangan dan kuat dalam ekonomi kerakyatan,” tutupnya.