Majene.Sulbarupdate.com, – Salah satu dampak dari bencana banjir yang menerjang beberapa Kecamatan di Kabupaten Majene, yaitu rusaknya pipa transmisi dan distribusi air PDAM Tirta Mandar. Di antaranya IKK Malunda, Tammerodo, dan Pamboang, yang masing masing dengan kondisi rusak sedang.
Kecamatan Banggae dengan kondisi parah serta wilayah Kecamatan Banggae Timur Jalur Akses IPA Galung Lombok yang kondisinya darurat. Dengan kondisi tersebut khususnya di Kecamatan Banggae Jalur IPA Mangge yang kerusakannya pada pipa transmisi sebagai penghantar air baku ke IPA, mengakibatkan pelayanan untuk Kecamatan Banggae terganggu.
Awal Nugraha Staf PDAM Tirta Mandar menyebutkan sudah dilakukan penanggulangan sementara selama seminggu dan sebagian wilayah sudah teralir, “sudah sebagian yang teraliri, tim masih terus bekerja di lapangan,“ ujarnya.

Direktur PDAM Tirta Mandar Arlin Aras juga membenarkan hal itu, ia mengatakan dari estimasi 2 bulan penanggulangan, saat ini sudah hampir 70% pengerjaanya. Ia juga menjelaskan kondisi intake IPA Galung Lombok yang saat ini membutuhkan perhatian khusus. Pasalnya pinggiran sungai sudah terkikis, dan jika tidak segera diatasi, sarana prasarana yang ada pada area tersebut rusak dan hanyut dibawa air sungai. Akibatnya juga akses layanan air bersih di wilayah kecamatan banggae, khususnya daerah Lutang hingga batas Kantor Polres Majene akan terhenti.
“Satu kali lagi hujan besar seperti kemarin, maka akan habis dibawa hanyut,” jelasnya saat pemaparan di Hadapan Wakil Bupati Majene Arismunandar Jumat 4 November 2022.
Wakil bupati Majene Arismunandar yang paling urgen dilakukan saat ini penanganan pelanggan rumah tangga yang terputus aliran air akibat banjir serta perbaikan pipa di beberapa titik tersebut.
Ia berharap langkah antisipasi dari PDAM Majene termasuk upaya perbaikan pipa yang rusak tersebut. Pemda Majene akan mengagendakan rapat teknis terkait hal tersebut agar permasalahan bisa ditindak lanjuti.
Kami dari pemda Majene besok akan rapat teknis penganggaran supaya bisa ditindaklanjuti, mudah-mudahan tidak terlalu besar, tapi tetap kita akan cari solusi,” sebutnya.

Ia menganggap sangat penting melakukan update data BUMD di Majene karena merupakan salah satu anak dari Pemda khususnya dalam sektor pelayanan dasar. Alumni IPDN ini juga mengapresiasi PDAM Majene karena dari segi catatan laporan BPKP Provinsi Sulbar kondisi cukup sehat. Ia berharap semoga tahun ke depan trennya tetap bagus, dan ia juga menunggu laporan berkala.
Pertemuan tersebut dilaksanakan di ruang rapat Wabup yang turut dihadiri Ketua Dewan Pengawas Kasman Kabil, Inspektur Inspektorat Andi Amran, dan seluruh pejabat dan staf PDAM .




