Unsulbar Target Terima Mahasiswa Kedokteran Agustus 2022 Mendatang

Rakyatta.com,MAJENE – Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) akan membuka penerimaan mahasiswa Pendidikan Dokter pada bulan Agustus mendatang.

Hal ini disampaikan Rektor Unsulbar Akhsan Djalaluddin, dalam acara pembukaan supervisi pendirian Prodi Pendidikan Dokter Unsulbar yang dilakukan oleh tim Direktoral Jenderal Penyedia Tenaga Kesehatan Republik Indonesia Kamis, (19/5/2022) di Ruang Teater, Gedung Kembar Kampus Padhang-Padhang.

Menurut Akhsan, pendirian Prodi Pendidikan Dokter di Unsulbar tidak bisa lagi ditawar-tawar. Karena Unsulbar bersama Universitas Borneo Tarakan dan Universitas Bangka Belitung mendapatkan surat tugas langsung dari Kementrian Kesehatan RI untuk mendirikan Prodi Pendidikan Dokter.

“Tidak bisa tawar-menawar, karena kita sudah mendapat tugas khusus pendirian Prodi Pendidikan Dokter,” tegas Akhsan.

Bahkan dari Kementerian Kesehatan telah berjanji akan memberikan 100 Beasiswa saat kami berkunjung dengan Gubernur Sulbar beberapa bulan lalu.

“Kita dijanji 100 Beasiswa, semoga itu masih ada,” harapnya.

Oleh karena itu, ia meminta kepada semua Kabupaten di Sulawesi Barat untuk mendukung dan menyediakan fasilitas yang dibutuhkan. Khususnya untuk Kabupaten Majene. Karena nantinya setelah prodi ini berdiri akan membawa manfaat banyak untuk Sulawesi Barat.

Hingga saat ini Unsulbar telah menyediakan fasilitas pendukung seperti Laboratorium, ruang kuliah dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya.

“Beberapa fasilitas sudah disiapkan, ada laboratorium dan ruang kelas,” tambahnya.

Lebih lanjut Wakil Dekan I Fakultas Kesehatan Unsulbar, Muhammad Irwan berharap tim supervisi dari tim Dirjen Penyedia Tenaga Kesehatan RI yang akan menilai kelayakan Unsulbar untuk membuka Prodi Pendidikan Dokter bisa memberikan rekomendasi layak.

Yang nantinya rekomendasi tersebut sebagai kelengkapan borang untuk dibawa ke pusat sehingga surat ijin operasional Prodi Pendidikan Dokter Unsulbar segera diterbitkan.

Untuk saat ini, tim borang dan pokja telah berusaha semaksimal mungkin dan semua kelengkapan pendirian Prodi Pendidikan Dokter telah disiapkan. Kami optimis kurang lebih tiga bulan kedepan ijin operasional sudah bisa diterbitkan.

“Kita optimis, sekitar tiga bulan lagi, ijin operasional bisa diterbitkan,” jelas Irwan.

Sementara itu, turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Majene, Arismunandar menyampaikan rasa bangga atas pendirian Prodi Pendidikan Dokter Unsulbar yang telah sampai tahap suvervisi dari Kemenkes RI.

Ia mengungkapkan, mewakili pemerintah daerah Kabupaten Majene akan mendukung melalui penyediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Seperti rumah sakit pendidikan.

Menurut Aris, Majene saat ini masih sangat kekurangan dokter terutama disetiap kecamatan. Sehingga tidak sedikit masyarakat yang mengeluhkan lambatnya pelayanan kesehatan.

Harapan dengan adanya lulusan dokter di Unsulbar akan membuka peluang untuk putra-putri Daerah dan nantinya bisa kembali mengabdi. Maka secara otomatis pelayanan kesehatan masyarakat akan lebih baik.

“Ini sangat akan membantu peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat kedepan,” tutur Aris.

Menanggapi pendirian Prodi Pendidikan Dokter Unsulbar, Dirjen Penyedia Tenaga Kesehatan RI, Dra. Oos Fatimah mengapresiasi pendirian Prodi Pendidikan Dokter Unsulbar.

Ia berjanji akan memberikan perhatian karena telah menjadi bagian program pemerintah dalam pemerataan dokter yang masih terpusat di pulau jawa.

Menurutnya, berdasarkan standar World Health Organization (WHO) idealnya jumlah dokter dan masyarakat 1 : 1000.

Berdasarkan data Kemenkes RI, di Indonesia masih kekurangan 172.508 dokter, jika dibandingkan jumlah penduduk yang mencapai 273.984.400 juta jiwa.

Sedangkan di Sulbar sendiri, jumlah dokter hanya 249 masih kekurangan 1241 dokter jika dibandingkan dengan jumlah penduduk yang mencapai 1,419 juta jiwa.

Ia berharap nantinya prodi Pendidikan Dokter Unsulbar menjadi solusi peningkatan dokter dan layanan kesehatan di Sulawesi Barat.

“Kita berharap ini adalah diantara solusi untuk pemerataan dokter,” jelasnya.