SPBU Bujung Manurung Tutup di Siang Hari, BBM Jerigen Ramai di Malam Hari

Kondisi Pertamina Bujung Manurung Pada Siang Hari (foto: Sekati.id/ist)

MAMASA Selama hampir tiga tahun, sebuah penyalur bahan bakar Pertamina di Desa Bujung Manurung, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, nyaris tak melayani masyarakat pada siang hari. Layanan justru bergeser ke malam hari, saat pembelian BBM menggunakan jerigen dalam jumlah besar berlangsung dengan stok yang disebut warga berlimpah.

Pola ini menyulitkan warga memenuhi kebutuhan BBM pada jam-jam produktif. Hamka, warga setempat, mengatakan penutupan di siang hari telah menjadi pemandangan rutin. “Siang selalu tutup. Malam baru buka, dan yang dilayani jerigen. Sudah dua sampai tiga tahun begitu,” kata Hamka, (23/12/25).

Menurut warga, tidak ada penjelasan resmi mengapa SPBU tersebut menutup layanan pada siang hari. Namun pada malam hari, aktivitas distribusi BBM justru terlihat lebih intens. Kondisi ini memunculkan pertanyaan: ke mana dan untuk siapa BBM itu dialirkan, ketika masyarakat umum kesulitan mengaksesnya pada waktu normal.

Warga menilai praktik tersebut bertentangan dengan fungsi SPBU sebagai layanan publik. Distribusi BBM yang bergeser ke malam hari, disertai dominasi pembelian jerigen, dianggap membuka ruang penyimpangan dan lemahnya pengawasan di tingkat daerah.

Hingga berita ini diturunkan, pengelola penyalur BBM di Bujung Manurung belum memberikan keterangan. Pertamina dan pemerintah daerah juga belum menjelaskan mengapa pola layanan yang dipersoalkan warga selama bertahun-tahun itu dibiarkan berlangsung tanpa koreksi. (*)