Puluhan Kelompok Tani Menunggu, Pupuk Gratis Rp14,7 Miliar di Mamasa Tersendat

MAMASA— Program pupuk gratis senilai Rp14,7 miliar di Mamasa kini disorot tajam. Puluhan kelompok tani mempertanyakan lambannya penyaluran bantuan, meski mereka mengaku telah berulang kali melengkapi seluruh persyaratan administrasi melalui penyuluh pertanian di wilayah masing-masing.

Data yang dihimpun dari sejumlah kelompok tani menyebutkan bahwa skema penyaluran bantuan terbagi dua: dalam bentuk uang tunai dan dalam bentuk pupuk fisik. Namun hingga memasuki awal tahun tanam, sebagian petani mengaku belum menerima apa pun.

Salah satu anggota Kelompok Tani Mesapeolo di Kelurahan Talippuki, Kecamatan Mambi, mengungkapkan kekecewaannya.

“Sudah berapa bulan kami lengkapi berkas, dan sudah tiga kali ke Kota Mamasa untuk melengkapi berkas, tetapi sampai hari ini belum ada kejelasan,” ujarnya, Kamis (19/02/25).

Kondisi ini memicu keresahan di tengah petani yang sangat bergantung pada pupuk untuk menjaga produktivitas lahan mereka. Keterlambatan distribusi dinilai berpotensi mengganggu musim tanam dan berdampak langsung pada hasil panen.

Berdasarkan data di Sistem Informasi Manajemen Penyuluh Pertanian, tercatat sebanyak 2.335 kelompok tani di Mamasa. Sementara itu, Bupati Welem Sambolangi secara resmi telah menetapkan 1.898 kelompok tani sebagai penerima bantuan pupuk gratis tahun 2025 dengan total anggaran Rp14,7 miliar.

Pertanyaannya kini, ke mana alur distribusi tersendat?

Kelompok tani mendesak Pemerintah Kabupaten Mamasa segera memberikan penjelasan terbuka dan memastikan bantuan benar-benar sampai ke tangan petani yang berhak. Mereka menilai, tanpa transparansi dan kepastian waktu penyaluran, program yang seharusnya meringankan beban justru menambah kegelisahan.

Jika persoalan ini terus berlarut, bukan hanya kredibilitas program yang dipertaruhkan, tetapi juga kepercayaan ribuan petani terhadap komitmen pemerintah daerah dalam mendukung sektor pertanian.

SEKATI.ID