Prihatin Dengan Kondisi Pendidikan Di Pelosok, Anak Muda Mamasa Membuat Program Tapak Semesta

Sulbarupdate.com, MAMASA – Berbekal pengalaman berorganisasi selama menjadi Mahasiswa, Achmad Faisal Dinejad membuat program pengabdian yang fokus mengajar dan menginspirasi anak-anak di pelosok Sulawesi Barat (Sulbar) yang ia beri nama Tapak Semesta.

Alumni HMI Cabang Parepare itu memilih jalan pengabdian mengajar anak-anak di pelosok sebagai upaya menginspirasi anak-anak di pelosok, agar mereka tidak pernah berhenti bermimpi. Walau kondisi mereka abai dari perhatian dan pemerataan pendidikan.

“Saya memilih jalan ini, sebab hanya ini yang bisa saya berikan. Saya paham betul kondisi anak-anak sekolah di pelosok, sebab saya juga dari pelosok. Anak-anak di pelosok abai dari perhatian, pemerataan pendidikan hanya sebatas slogan. Pada kenyataannya adik-adik di pelosok tidak mendapatkan hak-haknya untuk di cerdaskan oleh negara,” ujar Pemuda berambut ikal tersebut.

Lebih lanjut Bung Ichal, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa Program Tapak Semesta telah terlaksana untuk kedua kalinya. Dan akan terus dilaksanakan hingga keseluruh pelosok Sulawesi Barat.

“Tapak Semesta adalah satu program dari komunitas akar kata, komunitas yang saya bentuk bersama kawan-kawan di parepare 2019 lalu. Alhamdulillah program ini telah terlaksana untuk kedua kalinya di kabupaten Mamasa. Semoga bisa bisa terus terlaksana hingga ke semua pelosok Sulawesi Barat.” tambah arap Ichal.

Ichal bersama anak pelosok Sulbar. (ist)

Ia menjelaskan bahwa kegiatan Tapak Semesta menerima siapapun yang ingin terilbat untuk menyapa dan menginspirasi anak-anak di pelosok.

“Kami membuka oven recruitment relawan yang ingin ikut serta menyapa dan menginspirasi anak-anak di pelosok, dan alhamdulillah banyak yang terlibat. Chapter pertama pada tahun 2021 kemarin relawan yang terlibat sekitar 20 orang. Sekarang Chapter kedua sudah ada 13 orang pendaftar, semoga masih terus bertambah sampai batas akhir pendaftaran tanggal 20 mendatang,” harapnya.

Ichal berharap, semoga kedepan kegiatan Tapak Semesta bisa lebih massif dan lebih besar dari sekarang. Juga semoga semakin banyak orang-orang yang melihat kondisi pendidikan di pelosok yang sangat memprihatikan.

“Saya memiliki keinginan kegiatan ini bisa lebih besar dan lebih menginspirasi kedepan. Semoga kita punya dana yang lebih untuk memodifikasi kegiatan ini, saya bercita-cita kegiatan kedepan tidak hanya berjalan sampai 4-7 hari saja. Semoga kita bisa laksanakan 1-2 bulan dan melibatkan orang banyak dan profesional,” tutupnya.

Program Tapak Semesta diharapkan bisa meninggalkan jejak-jejak walau kecil tapi bermanfaat.

Penulis: AntEditor: Red