Menindak lanjuti rapat koordinasi antara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Barat dan Pemerintah Kabupaten Majene tentang rencana evaluasi makna logo Majene, Pemkab gelar sosialisasi bersama pemerintah desa yang ada di Majene.
Sosialisasi berlangsung tanggal 24 Januari di Pendopo Kantor Bupati Majene. Dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Andi Amriana Chairani, Anggota DPRD Sulbar, Kalma Katta, serta Pemerhati Sejarah, Darmansyah.
“Tujuan mengundang Pemdes Majene ialah untuk manyampaikan dan mendengar masukan tentang Logo Majene yang nanti akan dievaluasi. Juga memaparkan seeperti apa makna Logo yang dibuat pada tahun 1979, dan yang terjadi sekarang ini. Tentu banyak perubaha,” terang Darmansyah, Selasa (25/01/22).
Dikonfirmasi oleh jurnaslis Rakyatta.com, Kalma Katta mengatakan, untuk saat ini proses sosialilasi sedang berjalan, tujuannya untuk mencari solusi terbaik seperti apa nantinya logo baru Majene.
“Karena banyaknya makna logo majene yang tidak lagi relevan denga sekarang ini, maka kami berusaha bekerjasma denga Pemda untuk meperbaikinya. Majene punya semboyan di logo, karena saat ini hanya kita yang belum punya itu, contohnya di logo Mamasa ada semboyan Mesa Kada Dipotouho Pantang Kada Dipomate,” tutur Kalma Katta.




