Sulbarupdate.com, MAJENE – Latar belakang Program Ayo Kembali ke Lombang adalah bentuk keprihatinan pemerintah desa karena hampir 60% masyarakat Desa Lombang Merantau keluar desa demi menyambung hidup. Sangat berbanding terbalik dengan Sumber Daya Alam ( SDA) yang Lombang yang melimpah.
Muhammad Fauzan, Penjabat Kepala Desa Lombang termotivasi dengan kondisi SDA yang tidak bisa dikelolah dengan baik.
“Kami ingin mengembalikan Lombang sebagai sentra perkebunan, khususnya Kakao di Sulawesi Barat. Sehingga warga menjadi betah tinggal di lombang seperti masa lalu.
Meskipun itu sangat berat tetapi kami optimis, sebab ada dana desa yang akan dimanfaatkan untuk mengintervensi kegiatan tersebut,” ucap Fauzan, Jumat (01/07/22).
Fenomena yang terjadi di lombang perlu difikirkan pemerintah karena Fauzan khawatir Lombang akan menjadi kampung yang tinggal kenangan.
“Saya harap semua stakeholder yang ada bisa mengintervensi Lombang dari segala aspek sehingga Masyarakatnya tetap survive di lombang,” tambahnya.
Salah seorang tokoh masyarakat, Jumaali, Ketua Kelompok Tani andalan desa Lombang dan petani teladan tingkat nasional yang pernah hadir di Istana Negara merespon baik gagasan tersebut.
“Saya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bapak Bupati dan wakil bupati yang telah menugaskan orang yang tepat menjabat kepala Desa Lombang karena ide dan gagasan beliau sangat visioner dalam membangun desa Lombang. Betapa tidak, baru berapa minggu di Lombang telah memberi kami harapan sebagai petani. Selain itu beliau betul motivator, gaya komunikasi sangat nyambung di semua kalangan,” ungkap Jumaali.
Hal senada juga diucapkan tokoh Pemuda Desa Lombang, Riyan, menganggap masadepan pemuda ada pada program yang digagas Pj kepala desa.
“Kehadiran Pak Fauzan bagi kami sangat berarti, beliau sosok pemimpin yang sederhana. Kantor desa kami hancur saat gempa tapi beliau memanfaatkan bangunan Pustu yang juga mengalami kerusakan menjadi tempat pelayanan pemerintahan sekaligus tempat diskusi anak muda di Sesa Lombang. Beliau tidur hanya beralaskan karpet pembagian korban gempa namun tidak menyurutkan niatnya untuk bersama masyarakat membenahi Desa Lombang,” cerita Riyan kepada Jurnalis Sulbarupdate.com.
Gerakan Ayo Kembali ke Lombang
1. Membangun komitmen dengan Kelompok Tani untuk betul-betul bertani dan pemerintah desa siap membantu dan mengintervensi lewat Dana Desa.
2 . Membangun Komunikasi dengan pemerintah daerah dan semua stakeholder yang ada khususnya OPD yang bisa menjadi penyangga pemerintah Desa Lombang menyukseskan program Ayo Kembali ke Lombang.
3. Mempersiapkan segala sarana prasarana pertanian khususnya tanaman, peternakan dan jangka pendek yang menjadi pilihan alternatif untuk penyambung hidup sehari-hari selama program utama belum produktif atau selama perawatan.
” Tidak yang mustahil, semua pasti bisa asalkan ada kemauan untuk berubah dan berbenah,” tutup Muhammad Fauzan.




