SulbarUpdate.com,MAJENE – Duta GenRe adalah program yang dicanangkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk mengatasi segala macam permasalahan yang krusial di masa remaja.
Program Duta GenRe merupakan wadah untuk mengembangkan karakter bangsa karena mengajarkan remaja untuk menjauhi Pernikahan Dini, Seks Pranikah dan Napza guna menjadi remaja tangguh dan dapat berkontribusi dalam pembangunan.
Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Nopian Andusti yang hadir pada pengukuhan Duta GenRe kecamatan dan desa di Kabupaten Majene mengharapkan agar program Duta GenRe tidak sebatas acara seremonial saja.
“Progam ini akan berkelanjutan, setelah pengukuhan ini semua akan kembali ke desa atau kecamatan masing-masing. Saya harap bisa melaksanakan tugas dan merealisasikan program Duta GenRe,” ucapnya saat memberikan sambutan di Aula BPMP Sulawesi Barat, Selasa (06/06/23).
Pengukuhan Duta GenRe di Kabupaten Majene di ikuti oleh dua orang remaja setiap desa dan kelurahan. Juga, masing-masing Duta GenRe setiap kecamatan.
Duta GenRe yang dikukuhkan berjumlah 164 orang dari 82 desa dan kelurahan di Kabupaten Majene.
Pada kegiatan tersebut, turut hadir Kepala BKKBN Sulawesi Barat, Nuryamin, Kepada Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Majene, Hasnawati, serta undangan lainnya.

Menurut Hasnawati, pengukuhan Duta GenRe adalah langkah untuk menyelamatkan generasi muda dari berbagai persoalan seperti HIV Aids, pernikahan dini dan lainnya.
Kaitannya dengan DPPKB, kata Hasawati adalah pencegahan dini kelahiran anak yang beresiko Stunting.
“Nantinya Duta GenRe akan berperan penting di masyarakat. Khususnya Stunting, sebab kita tau pernikahan dini dan pola hidup yang tidak direncanakan akan meningkatkan resiko Stunting,” jelas Kepala DPPKB Majene.
Komitmen Pemerintah Daerah Majene dalam menekan angka Stunting dibuktikan dengan berbagai macam program yang dilaksanakan oleh DPPKB. “Kita optimis bisa menurunkan angka Stunting tahun ini,” tambah Hasanawati.
Angka Stunting tertinggi kedua di Indonesia adalah Sulawesi Barat dengan prevalensi balita sebesar 35%. Di Sulbar sendiri Majene menjadi kabupaten tertinggi angka Stunting.
Duta GenRe asal Desa Popenga Kecamatan Ulumanda sepakat untuk melanjutkan program di kampung halamannya. Menurut mereka, kesempatan untuk berbagi pengetahuan dan mendampingi rekan-rekan pemuda dalam mensosialisasikan tujuan Duta GenRe.
Wahyu, Mahasiswa Jurusan Perpustakaan di Universitas Terbuka Majene merasa sangat bersyukur dapat mewakili desanya sebagi duta GenRe. Menurutnya, apa yang menjadi program Duta GenRe sangat tepat ia lakukan. “Duta GenRe sangat pas dengan tujuan saya pulang kampung, bisa bertemu dan bertukar pikiran dengan pemuda yang ada di kampung, terutamanya tentang pernikahan dini yang sering terjadi di sana,” terangnya.
Sama halnya dengan Iklasari, yang juga Mahasiswi dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene. Ia berpendapat bahwa keikutsertaan sebagai Duta GenRe adalah ketertarikannya dengan tujuan dan tugas Duta GenRe itu sendiri.

Menurutnya, langkah pemerintah untuk melibatkan pemuda adalah pilihan tepat. Melihat mudahnya pemuda masuk dalam ruang-ruang pergaulan, dan mudah untuk membangun komunikasi antara semama pemuda.
“Saya sangat responsif setelah membaca dan mengetahui tujuan Duta GenRe ini. Rupanya sangat efektif untuk kamu sebagai pemuda untuk berkontribusi terhadap masa depan bangsa ini,”ungkapnya.
Sementara itu, Satuan Tugas (Satgas) Stunting Kabupaten Majene, Eka Mandra, mengaku otomatis dengan bergabungnya ratusan generasi muda dalam berfikir dan bertindak tangani Stunting.
“Kalau kita lihat, peran pemuda sangat vital hari ini. Utamanya kita di Majene ini, sangat tepat kalau anak muda hadir sebagai barisan terdepan pencegahan Stunting di akar rumput, seperti desa dan kelurahan,” ucapnya.

“Pastinya kita akan pantau terus bagaimana semua program pencegahan Stunting ini berjalan dengan baik. Saya tegaskan, kepada semua yang terlibat dalam program pencegahan Stunting agar bekerja denga ikhlas dan penuh rasa tanggungjawab.”kunci Ekha, sapaan akrabnya. (Sr)




