Parepare — Musyawarah Besar (MUBES) XI Aliansi Pemuda Pelajar Mahasiswa (APPM) Polewali Mandar Kota Parepare melahirkan kepemimpinan baru sekaligus arah politik organisasi yang lebih tegas terhadap pemerintah daerah. Dalam forum yang digelar di Aula KNPI Parepare pada Sabtu, 25 Oktober 2025, Muhammad Amin Hasman Kausu resmi terpilih secara aklamasi sebagai Formatur Ketua Umum APPM Polman Kota Parepare periode 2025–2026.
Namun, Mubes kali ini bukan sekadar ajang pergantian ketua. Forum tersebut juga menjadi momentum refleksi dan kritik terhadap stagnasi kebijakan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, yang dinilai belum sepenuhnya berpihak pada masyarakat.
Dalam pidato perdananya, Amin menegaskan komitmen organisasi untuk tidak berjarak dari rakyat dan tidak tunduk pada kepentingan politik praktis.
“APPM Polman siap menjadi mitra kritis bagi pemerintah daerah. Kami akan mengawal setiap kebijakan publik dan tidak segan mengoreksi jika arah kebijakan Pemda keluar dari kepentingan rakyat,” tegas Amin (27/10).
Amin juga menekankan pentingnya membangun kolaborasi berbasis keberanian intelektual, bukan sekadar formalitas seremonial.
Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis dalam mengawasi jalannya pemerintahan, terlebih di tengah menurunnya kepercayaan publik terhadap kinerja birokrasi.
Sementara Ketua Umum demisioner, Muhammad Akmal Muhajir, mengingatkan pentingnya mempertahankan watak progresif organisasi.
“Gerakan mahasiswa tidak boleh jinak terhadap kekuasaan. APPM Polman harus tetap menjadi ruang perlawanan intelektual dan moral, bukan alat legitimasi politik,” ujarnya.
MUBES XI dibuka oleh Dewan Senior, Ahmad Fauzi Said, S.H., yang menegaskan pentingnya sinergitas antara kader dan pemerintah tanpa mengorbankan prinsip independensi organisasi.
Dengan kepemimpinan baru ini, APPM Polman Parepare menegaskan dirinya sebagai wadah mahasiswa daerah yang siap mengawal, mengkritik, dan mengoreksi jalannya pemerintahan Kabupaten Polewali Mandar — untuk memastikan negara hadir bagi rakyatnya. (*)




