Basri Ibrahim : Mempererat Ukhuwah Islamiah dengan Konsep Ada Tuho

Rakyatta.com, Majene – Momen Idul Fitri adalah hari kemenangan bagi ummat Muslim dan identik digunakan sebagai ajang untuk bersilaturrahim antar sanak keluarga, famili, tetangga dan rekan kerja. Momen silaturrahim tersebut kadang dikondisikan dalam kegiatan Halal Bihalal.

Begitu juga dengan Pemuda Dusun Tannisero, Pebulahangan, dan Sepang Sosial Desa Lombang Timur, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene. Mereka berkolaborasi untuk merajut silaturrahmi yang dibingkai dalam acara Halal Bihalal dengan beberapa rangkaian kegiatan.

Pada malam penutupan, diisi dengan penyampaian hikmah Halal Bihalal yang dibawakan oleh Basri Ibrahim, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai PKB Kabupaten Majene, Jumat malam, (06/5/22).

“Halal Bihalal memiliki keunikan tersendiri karena sebagai ungkapan rasa syukur yang disampaikan kepada Allah SWT yang telah memberikan kekuatan lahir dan batin sehingga umat Islam dapat menyelesaikan perintah puasa ramadhan selama satu bulan penuh,” ucap Basri Ibrahim.

Mengulas tema mempererat Ukhuwah Islamiah dan konsep Ada Tuho (Adat Hidup) Basri menyerukan pentingnya saling memaafkan dan saling menghargai sesama ummat manusia.

Ada Tuho adalah aturan hidup nenek moyang yang mengatur segal sendi kehidupan masyarakat. Seperti konsep “Namannyabai ria tau toa kena namala,” dapat dimaknai bahwa pohon kayu yang mati sekalipun andai bisa akan dihidupkan, apalagi sesama manusia.

“Idul Fitri artinya kembali kapada fitrah atau kesucian ketika selepas sebulan penuh berpuasa, seorang mukmin diharap pada hari raya akan kembali seperti bayi dalam kesuciannya. Lebih lagi jika kita bisa menghidupkan persaudaraan dibarengi konsep Ada Tuho,” tutup Basri.