Oleh : Acmad Faisal DP
Usia 20 tahun adalah usia yang paling krusial dan penting dalam kehidupan. Pada usia ini manusia akan mengalami masa peralihan yang menentukan arah hidup kedepannya. Di usia 20 tahun, secara psikologis, seseorang akan didaulat menuju peralihan usia dewasa. Pada usia ini, seseorang dituntut untuk menetukan prinsip dan jalan hidup.
Mamasa, sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi bagian barat hari ini pas memasuki usia ke 20 tahun. Usia ini adalah peralihan menuju dewasa secara psikologis. Pada usia ini prinsip dan jalan hidup apa yang harus Mamasa pilih. Apakah Mamasa akan berbenah, ataukah peralihan usia ini hanya ceremony belaka. Selepas perayaan tidak berarti apa-apa. Yang tinggal hanya sampah yang berserakan di halaman, sebab perayaan yang Glamor.
Menurut saya, Mamasa harus segera berbenah dari segala bentuk ketertinggalannya, jika tidak ingin tetap menjadi kabupaten yang terbelakang. Terbelakang dari segala aspek.
Saya sangat sepakat dengan Nelson Mandela, seorang aktivis anti aprtheid dari Afrika Selatan yang kemudian di daulat menjadi Presiden kulit hitam pertama di Afrika Selatan. Mandela, selain sebagai politisi tetapi menempatkan pendidikan yang spesial di hatinya. Menurutnya “Pendidikan adalah senjata yang paling ampuh untuk merubah dunia”.
Mamasa, jika ingin keluar dari keterbelakangan mulai sekarang harus memperbaiki kualitas pendidikannya. Tidak hanya memusatkan perhatian pada persoalan politik, bagi2 jabatan dan proyek.
Saya percaya, bahwa Mamasa tidak akan keluar dari keterbelakangan jika masih menomor kesekiankan dan mengesampingkan pendidikan.
Pemerintah kabupaten Mamasa jangan menutup mata dengan wajah pendidikan di kabupaten Mamasa saat ini. Bagaimana wajah pendidikan di beberapa tempat di Mamasa yang tidak memiliki gedung dan tidak memiliki tenaga pendidik. Jika ini terus dibiarkan maka hampir pasti wajah Mamasa kedepan tidak akan banyak mengalami perubahan. Akan tetap menjadi kabupaten yang tertinggal, akan tetap menjadi lahan basah yang sumber dayanya dikelola oleh orang-orang dari luar Mamasa. Masyarakatnya akan menjadi budak di negeri sendiri.




