Polewali Mandar — Sebanyak 15 siswa SDN 010 Paku, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), dilaporkan mengalami mual, pusing, dan tubuh melemas usai mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sabtu (14/2/26).
Peristiwa itu terjadi tak lama setelah para siswa menyantap bubur kacang hijau dan susu yang dibagikan di lingkungan sekolah. Sejumlah siswa mendadak pucat dan mengeluhkan kondisi tubuh yang tidak stabil. Pihak sekolah yang panik segera membawa para siswa ke Puskesmas Binuang untuk mendapatkan penanganan medis.
Di puskesmas, para siswa menjalani observasi dan perawatan. Beberapa di antaranya harus mendapat penanganan lebih lanjut untuk memastikan kondisi fisik mereka benar-benar stabil. Sampel makanan yang dikonsumsi telah diamankan guna pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.
Insiden ini langsung menyita perhatian warga Binuang. Program yang dimaksudkan untuk meningkatkan asupan gizi pelajar kini justru memunculkan kekhawatiran soal standar keamanan dan pengawasannya.
Ahmad Rifai, Pemuda Binuang sekaligus Aktivis HMI Cabang Gowa raya, menilai kejadian ini tidak boleh dipandang sebagai insiden biasa.
“Ini ngeri. Lima belas anak jatuh sakit hampir bersamaan setelah mengonsumsi menu yang sama. Program sebesar ini tidak boleh longgar dalam pengawasan,” ujar Rifai.
Menurutnya, evaluasi total terhadap pelaksanaan MBG di wilayah Binuang harus segera dilakukan. Ia menekankan pentingnya memeriksa seluruh rantai distribusi, mulai dari bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, hingga penyajian di sekolah.
“Kalau ada kelalaian, harus dibuka secara transparan. Masyarakat berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Jangan sampai kepercayaan publik runtuh hanya karena pengawasan yang lemah,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, kondisi para siswa dilaporkan berangsur membaik dan masih dalam pemantauan tenaga kesehatan. Sementara itu, warga Binuang menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan sebagai jawaban atas kekhawatiran yang kini menyelimuti program MBG di daerah mereka. (*)




