Rapat ini menekankan penyesuaian dan validasi data peserta didik, khususnya sinkronisasi antara data Dapodik dan data riil siswa di sekolah. Langkah ini dilakukan agar hak anak-anak sebagai penerima program Makan Bergizi Gratis benar-benar terpenuhi secara tepat dan adil.
Mamasa — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Mambi menggelar rapat koordinasi bersama kepala sekolah penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin, 5 Januari 2026. Rapat yang dimulai pukul 10.00 WITA tersebut berlangsung di Cafe Aiman, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, sebagai langkah awal memastikan kesiapan pelaksanaan program nasional MBG di wilayah tersebut.
Koordinasi ini difokuskan pada penguatan kolaborasi antara SPPG dan satuan pendidikan, mengingat sekolah menjadi titik utama penyaluran manfaat MBG kepada peserta didik. Dalam rapat tersebut, SPPG menekankan pentingnya penataan administrasi dan kesepahaman teknis agar program berjalan tepat sasaran sejak tahap awal.
Kepala SPPG Kecamatan Mambi, Muh. Eko Suryo Wahidin, menyampaikan bahwa agenda utama rapat meliputi penyesuaian dan validasi data peserta didik serta penandatanganan surat perjanjian kerja sama dengan para kepala sekolah sasaran penerima MBG.
“Rapat ini juga menekankan penyesuaian dan validasi data peserta didik, khususnya sinkronisasi antara data Dapodik dan data riil siswa di sekolah. Langkah ini dilakukan agar hak anak-anak sebagai penerima program Makan Bergizi Gratis benar-benar terpenuhi secara tepat dan adil,” ujar Eko.
Menurutnya, ketepatan data menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan MBG. Ketidaksesuaian antara data administratif dan kondisi riil di sekolah berpotensi menghambat distribusi serta menimbulkan ketimpangan penerimaan manfaat di lapangan.
Selain pembahasan data, rapat juga dirangkaikan dengan penandatanganan surat perjanjian kerja sama antara SPPG dan pihak sekolah. Kerja sama ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam menyukseskan MBG, mulai dari tahap persiapan, pendistribusian, hingga pengawasan di tingkat sekolah.

Muh. Eko menegaskan bahwa pelaksanaan MBG di Kecamatan Mambi merupakan yang pertama kali dilakukan. Oleh karena itu, kolaborasi dan komunikasi yang intens antara SPPG dan sekolah menjadi faktor penentu keberhasilan program.
“Karena sasaran MBG adalah siswa-siswi, maka peran sekolah sangat sentral. Kami berharap kerja sama ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga berjalan aktif dalam pelaksanaan di lapangan,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa berdasarkan edaran Badan Gizi Nasional (BGN), program Makan Bergizi Gratis akan dilaksanakan secara serentak mulai Kamis, 8 Januari 2026. Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah sekaligus mendukung tumbuh kembang dan konsentrasi belajar peserta didik.
Sementara itu, untuk wilayah-wilayah yang tidak terjangkau dapur reguler, pemerintah pusat telah menyiapkan skema Dapur 3T (terpencil, terdepan, dan terdalam). Skema ini ditujukan agar pemerataan layanan MBG dapat menjangkau daerah-daerah pelosok dengan keterbatasan akses.
Namun demikian, Muh. Eko mengakui bahwa pembangunan dapur 3T di sejumlah wilayah Sulawesi, termasuk Kabupaten Mamasa, masih dalam tahap proses. Kondisi geografis dan akses wilayah menjadi tantangan tersendiri yang menyebabkan pembangunan dapur berjalan relatif lebih lambat.
“Kami memahami tantangan di wilayah Sulawesi, terutama daerah dengan akses terbatas. Meski demikian, secara umum MBG tetap ditargetkan berjalan serentak, sementara untuk wilayah 3T masih menunggu penyelesaian pembangunan dapur,” jelasnya.
Melalui rapat koordinasi ini, SPPG Kecamatan Mambi berharap seluruh sekolah penerima MBG memiliki pemahaman yang sama terkait mekanisme program, sekaligus memastikan tidak ada peserta didik yang terlewat dari haknya menerima layanan gizi.
SPPG juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi dan koordinasi lanjutan bersama pihak sekolah guna memastikan pelaksanaan MBG di Kecamatan Mambi berjalan transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak. (*)




