[Foto : Ist]
SULBARUPDATE.COM, Majene— Celebes Heritage Festival (CHF) 2023 adalah event spektakuler bertajuk Satu Sulawesi Satu Indonesia yang memperkenalkan kekayaan warisan budaya Sulawesi, khususnya jejak peninggalan megalitikum dan neolitikum.
CHF akan diadakan di Kabupaten Majene, pada tanggal 10 hingga 16 Desember 2023.
Festival tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sebuah panggung untuk memahami dan merayakan warisan budaya yang kaya di Pulau Sulawesi.
Dengan tema, Jejak-Jejak Megalitikum dan Neolitikum, CHF memberikan fokus khusus pada artefak dan situs sejarah yang mencerminkan peradaban masa lalu.
“Acara ini melibatkan 6 provinsi yang ada di Sulawesi dengan perwkilan dari pejabat daerah dan tokoh-tokoh budaya Sulawesi. Festival tentu akan dibuka untuk umum, memperkenalkan berbagai zona pameran dan kegiatan menarik,” Ringkas Irfan Penggiat Budaya Majene, sekaligus sebagai Ketua Harian CHF, Sabtu (25/11/23).
Item emas kegiatan CHF adalah pameran yang menampilkan replika batu megalitikum yang tersebar di seluruh Sulawesi, khususnya yang ada di Sulawesi Tengah. Para pengunjung dapat menyaksikan keindahan dan ketelitian pahatan pada batu raksasa tersebut. Para ahli arkeologi akan memberikan penjelasan mendalam tentang fungsi dan makna dari masing-masing situs megalitikum melalui item kegiatan seminar nasional dan rembuk kebudayaan.
Dalam zona neolitikum, pengunjung dapat mempelajari perkembangan peradaban manusia prasejarah Sulawesi. Simulasi pun akan dilakukan dengan cara edukasi masyarakat ketika menemukan benda peninggalan dalam bentuk discovery dan invention.
CHF juga menawarkan pertunjukan seni pada opening dengan kemasan tarian medley 6 provinsi. Sebuah panggung utama menjadi saksi dari kekayaan seni budaya Sulawesi.
Pengunjung dapat mencicipi kuliner khas Sulawesi yang disajikan oleh UMKM yang ada di Sulawesi. Selain itu pengunjung juga dapat mendapatkan souvenir dari CHF dari stand UMKM tersebut.
Harun Rasyid Parenrengi mengatakan,Celebes Heritage Festival memberikan pengalaman yang mendalam untuk menggali dan menghargai kekayaan sejarah Sulawesi.
“Festival ini menjadi momentum untuk mempererat rasa persatuan dalam keberagaman warisan budaya bangsa,” Singkat Andi Harun Rasyid Parenrengi Kabid Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat sekaligus Ketua Panitia kegiatan.(Rls/red)




