Diduga Kesalahan Data di PDSS, Siswa Asal SMAN 1 Malunda Gagal Kuliah di Unhas

Foto akun SNPMB Astari Rayahu. Kami melakukan Blur pada foto untuk melindungi hak privasi sesuai KEJ. (Sumber :PI)

SulbarUpdate.com, MAJENE- Baru-baru ini salah satu akun media sosial Facebook PI memposting rasa kekecewaannya terhadap salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Majene. Hal itu didasari oleh kejadian yang menimpa saudaranya. Dalam postingan itu, PI menyoroti pihak SMA yang diduga melakukan kesalahan pengimputan data nilai rapor siswa yang memutuskan harapan saudaranya melanjutkan pendidikan di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. 

Menyikapi informasi yang  beredar di beberapa laman media sosial dan grup Whatsapp, Jurnalis SulbarUpdate melakukan penelusuran tentang kebenaran kabar tersebut.

Hasil penelusuran, diketahui siswi yang gagal melanjutkan pendidikan tersebut adalah alumni Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Malunda, Provinsi Sulawesi Barat, Astari Rahayu. Ia berasal dari Desa Mekatta Selatan, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene. Astari Rahayu adalah siswi jurusan MIPA lulusan tahun 2023. 

Surat Undangan Pihak Kampus kepada SMAN 1 Malunda. (Sumber : PI)

Menurutnya kerabatnya, PI, Astari Rahayu terpilih sebagai siswa Eligible, siswa yang memenuhi kriteria untuk mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) untuk masuk ke Perguruan Tinggi. 

“Adik saya harus mengubur mimpinya melanjutkan kuliah di Unhas akibat dugaan kesalahan data oleh sekolah asalnya,” ungkap PI kepada Jurnalis Laman ini, Sabtu (10/06/23).

Ia mengaku sangat kecewa dengan kejadian yang menimpa Astari Rahayu. Seharusnya pihak sekolah bisa mencari solusi atas dugaan keteledoran tersebut.

“Adik saya tidak mendapatkan haknya, yang seharusnya pihak sekolah bertanggung jawab atas kejadian ini,” tambah PI. 

Awal mula persoalan tersebut ketika Astari  Rahayu dinyatakan lolos seleksi SNBP di Kampus Unhas. Dari sumber yang sama, diceritakan, pihak kampus menemukan indikasi kesalahan penginputan nilai rapor yang terdapat pada Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Nilai rapor yang tertulis di dokumen rapor Astari Rahayu berbeda dengan PDSS. 

Astari Rahayu dinyatakan batal lulus. (Sumber :PI)

Kemudian pihak kampus mengirim surat ke sekolah asal Astari Rahayu untuk meminta klarifikasi. Namun, kenyataan pahit harus dirasakan oleh Astari Rahayu, hasil verifikasi dinyatakan tidak valid, dan kelulusan dirinya dibatalkan oleh PMB Unhas. 

“Saya harap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi, kasian mereka yang harus gagal meraih mimpinya,” pungkas PI. 

Dari surat undangan Kampus Unhas, terdapat dua siswa yang berasal dari SMAN 1 Malunda, Astari Rahayu dan Samsul.

Laman ini mencoba menghubungi Kepala Sekolah SMAN 1 Malunda namun belum mendapatkan jawaban. Sampai berita ini diturunkan, Jurnalis Laman ini masih mencari informasi tambahan.

Penulis: Shaleh MuhammadEditor: red