Longsor dan Tiang Listrik Tumbang | Malunda-Ulumanda

Longsor di Dusun Kampung Baru, Desa Lombang Timur, Jumat (18/11/220. (Foto : Hardi/Ist)

SulbarUpdate.com, MAJENEHari Jumat, tanggal 18 November 2022. Tanah kesatuan Mandar, Sulawesi Barat berduka. Sejak subuh hujan mengguyur dengan deras, air sungai memberontak menerjang pemukiman warga. Ragam informasi berlalu di beranda media sosial dan media massa berbasis siber.

Alam seakan memberi isyarat, teguran Tuhan berkata demikian. Dari Paku hingga Suremana longsor dan banjir seakan hadir memegang janji bertepatan. Tangan-tangan menengadah memuji Tuhan, memohon pengampunan akhiri bencana.

Jalan-jalan mulai sepi, semua terdiam tanpa kata.

Longsor di Lombang-Malunda

Tiang listrik yang tumbang. (ist)

Siang tadi di Dusun Kampung Baru, Desa Lombang Timur, Kecamatan Malunda terjadi bencana. Longsor menutup akses warga satu-satunya. Bukan hanya itu, listrik di empat dusun di Desa Lombang Timur juga padam.

“Empat dusun saat ini mengalami pemadaman listrik. Akibat longsor dan tiang listrik tumbang,” kata Hardi, Seketaris Desa Lombang Timur.

Desa yang letaknya di wilayah pegunungan tersebut, hingga tulisan ini diterbitkan masih gelap gulita. Jalannya pun masih tertutup material longsor. Tidak ada alat yang memudahkan warga segera membersihkan. Hanya peralatan seadanya.

Longsor di Ulumanda

Masih dengan bencana longsor. Kali ini terjadi di Jalan Provinsi Salutambung-Urekang. Tepatnya di Desa Sambabo [Sambaho], Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene. Juga dua titik di sepanjang jalan tersebut.

Pantauan laman ini, longsor material batu dan lumpur masih menutup jalan itu. Belum ada tanda-tanda pembersihan, itu disebabkan material longsor yang menggunung dengan batu yang berukuran besar. Hanya alat berat milik pemerintah yang sanggup menyingkirkannya.

Ist.

Akibat akses yang tertutup, lima desa yang jauh di balik gunung tersebut harus lumpuh total. Jangankan kendaraan bermotor, jalan kaki saja sulitnya bukan main.

Ist.

Dari informasi yang dihimpun, lima desa tersebut adalah ; Kabiraan, Tandeallo, Panggalo, Ulumanda dan Popenga. Sekitr 5000 jiwa yang bermukim di sana. Dapat dipastikan akan terisolir hingga longsor tersebut dibersihkan. (shm)