KIRIMAN NATIZEN
Penulis : Nurtahmidin (Midin), Mantan Ketua Umum Gema PUS Makassar Periode 2016-2018.
Saya sangat mengapresiasi pemerintah provinsi dalam hal ini Pj Gubernur, Dinas Pendidikan Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Mamasa yang turun langsung meninjau sekolah yang akhir ini sangat viral.
Dan saya juga sangat mengapresiasi beberapa poin intruksi bapak gubernur. Salah satunya adalah menginstruksikan kepada dinas PU provinsi agar segera memperbaiki akses jalan. Saya berharap agenda ini bisa masuk dalam pembahasan perubahan anggaran di tahun ini sehingga di akhir tahun ini juga dapat direalisasikan.
Namun ada beberapa poin juga yang secara pribadi saya anggap keliru. Salah satunya adalah rencana peleburan sekolah ke sekolah yang lebih dekat.
Perlu di garis bawahi bahwa secara administrasi mungkin sekolah tidak memenuhi satandar karena siswanya hanyalah ada 40 orang lebih. Namun dari segi geografis, saya fikir untuk sudah sesuai mengingat posisi bangunan sekolah terletak pada posisi strategis sehingga mudah di jangkau oleh para siswa. Dan saya yakin bapak Pj gubernur tidak tahu itu.
Selain itu, daerah dimana sekolah tersebut terletak masih kategori 3T (terpinggir, terpencil dan tertinggal).
Jika tujuan dari bapak pj gubernur adalah efisiensi dan efektifitas, justru ketuka sekolah ini di lebur maka saya bisa pastikan, yang tadinya kurang, nantinya tidak ada.
Apa sebabnya ?
Karena sekolah yang paling dekat yang ber status negeri hanya ada di maerang Kelurahan Talippuki yang jaraknya tidak kurang dari 4 km dan di sambaho desa pamoseang yang jaraknya kurang lebih 5 km.
Dari beberapa poin permasalahan yang di muat dimedia-media, saya mau bilang itu hanya sebagian kecil. Sebab ada benang merah yang sebenarnya menjadi akar permasalahan.
Apa itu?
Yaitu, animo masyarakat sangat kurang untuk mengenyam yang namanya pendidikan baik secara formal mau pun non formal. Dan saya fikir itu semua adalah tigas dan tanggung jawab bersama untuk bagaimana kemudian bersosialisasi, mengedukasi agar supaya masyarakat itu sadar akan pentingnya pendidikan.
Pada kesimpulannya, saya berharap agar pemerintah kabupaten dan juga pemerintah provinsi agar lebih peka dan bijak lagi dalam mengambil langkah.
Selain itu juga, saya juga mengharapkan andil dari lembaga-lembaga kemahasiswaan yang berbasis kedaerahan agar lebih peka dan giat serta berani mengambil peranan dari setiap persoalan yang ada di kampung terkhusus jika itu adalah masalah pendidikan.
Lombongan, 18 juli 2022




